
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyelenggarakan diskusi mengenai isu strategis pengawasan obat dan makanan pada Senin, 23 Februari 2026 di Ruang Rapat Sulawesi, Menara Bappenas, Jakarta. Pertemuan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari kementerian dan lembaga terkait untuk membahas tantangan serta arah kebijakan pengawasan obat dan makanan di Indonesia.
Diskusi ini bertujuan mengidentifikasi berbagai isu strategis yang dihadapi dalam sistem pengawasan obat dan makanan, mulai dari dinamika rantai pasok, perkembangan inovasi produk, hingga potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat. Dalam konteks tersebut, diperlukan kebijakan yang lebih adaptif serta penguatan sistem pengawasan agar mampu merespons perkembangan sektor obat dan pangan secara efektif.
Kegiatan ini diawali dengan pemaparan dari Kepala Pusat Analisis Kebijakan Obat dan Makanan BPOM mengenai kondisi terkini serta arah pengembangan analisis kebijakan pengawasan obat dan makanan. Paparan tersebut mencakup identifikasi tantangan strategis, evaluasi kebijakan yang telah berjalan, serta fokus kajian yang akan dikembangkan ke depan.
Dalam sesi tanggapan, Roy Alexander Sparringa Ketua Umum APKEPI berpartisipasi sebagai narasumber penanggap yang memberikan perspektif strategis terkait penguatan sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Dalam pandangannya, pengawasan yang efektif memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya pada aspek regulasi tetapi juga penguatan koordinasi antar lembaga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan analisis risiko dalam perumusan kebijakan.
Diskusi yang juga melibatkan perwakilan WHO Indonesia serta berbagai unit kerja di BPOM ini diharapkan dapat menghasilkan masukan strategis bagi pengembangan kebijakan pengawasan obat dan makanan ke depan. Hasil pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengawasan nasional yang mampu melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung perkembangan industri obat dan pangan yang aman dan berkualitas.
